17
Mei

Extensible Markup Language (XML)

Extensible XML

Apakah XML ? XML bukanlah bahasa pemrograman seperti Java, C, atau Pascal karena XML tidak bisa digunakan untuk membuat sebuah applikasi. XML adalah meta language yang dapat digunakan untuk membuat modular dokumen (data), dan program. Dokumen ini sering dipergunakan sebagai media pertukaran data diantara sistem yang tidak saling kompatibel. Contoh dari grammar XML adalah WML (wireless markup languange) sebuah bahasa yang populer untuk pengembangan applikasi wireless).

Worldwide Web Consortium (W3C) merupakan sebuah lembaga standar internasional yang memulai proses standarisasi XML di pertengahan tahun 1996 dan me released XML 1.0 pada tahun 1998. XML terinspirasi dari Standart Generalized Markup Languange (SGML) namun dalam beberapa hal justru XML menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami.

XML Syntax

Sebagai bahasa markup, XML menggunakan tag untuk menggambarkan informasi seperti berikut :

<?xml version=”1.0″ encoding=”UTF-8″?>
<Order>
<Customer>
<name>Denny Charter</name>
<street>Siringo-ringo</street>
<city>Rantauprapat</city>
<state>SUMUT</state>
<zip>21412</zip>
</Customer>
</Order>

Tag dituliskan dengan tanda kurung besar ( < > ) merupakan label atau gambaran dari sebuah data yang mengikuti (seperti street) yang disebut dengan element (contoh element street adalah Siringo-ringo). Elemen diakhiri dengan tanda slash ( / ) yang di tuliskan di akhir elemen. Pada contoh diatas elemen Siringo-ringo ditutup dengan tag </street>.

Elemen pertama dari contoh diatas menunjukkan bahwa dokumen tersebut adalah dokumen XML. Customer sebagai elemen utama memiliki child elemen lainnya yakni :

Denny Charter

Jalan Siringo-ringo

Rantauprapat

SUMUT

21412

Sebagai catatan bahwa XML sebagai bahasa text base bersifat case sensitif artinya membedakan inputan antara huruf besar dan huruf kecil. Hal ini bisa menjadi kelemahan dari XML karena dokumen XML menjadi lebih kompleks. Hal-hal lain dalam XML adalah :

  1. XML adalah extensbible. Tidak seperti HTML yang telah memiliki tag yang pasti, XML memungkinkan kita untuk mendefinisikan beberapa tag sendiri jika diperlukan. Pada contoh diatas dokumen tersebut mengambarkan Custumer namun juga dimasukan sebagai field untuk menggambarkan customer.

  2. XML adalah hierarchical. Elemen-elemen bisa saja memiliki subordinat dibawahnya. Sebagai contoh element Customer yang memiliki beberapa child element.

  3. XML adalah modular. XML dapat dikembangkan secara modular dengan memungkinkan sebuah dokumen untuk mereference dokumen lainnya.

  4. XML adalah bahasa pemrograman independent.

  5. XML menggunakan DTD (Document Type Definitions) dan XML skema. Validasi data pada XML menggunakan kedua konsep tersebut.

XML Parser

Untuk memproses dokumen XML dibutuhkan XML parser yakni sebuah program yang mampu melakukan decompose dokumen XML menjadi individual elemen. Ada dua kategori utama dari XML parser yakni Document Object Model (DOM) dan Simple API for XML (SAX).

DOM adalah language neutral API untuk mengakses dan memodifikasi dokumen yang bercabang-cabang (tree base) seperti dokumen HTML dan XML, DOM parser bekerja pada memory. Sedangkan SAX parser adalah parser event base yang hanya digunakan untuk membaca dokumen XML. SAX bekerja dari registrasi event. SAX sebenarnya bekerja lebih sederhana dibandingkan dengan DOM hanya saja memiliki beberapa kekurangan yakni :

  1. Ketika dokumen XML dibaca maka tidak ada representasi dokumen di memory.

  2. SAX parser tidak mampu melakukan modifikasi dokumen XML.

16
Mei

Bila Wanita menggunakan Komputer

Terrnyata pada beberapa kasus, wanita tidak bisa menanggalkan naluri keibuannya jika sedang menggunakan komputer। Buktinya? Ada di gambar berikut:

14
Mei

Bagaimana Menghindari SPAM

Jangan pernah melakukan transaksi yang berasal dari penawaran e-mail yang tidak jelas Dengan Anda melakukan transaksi melalui e-mail yang sebenarnya adalah spam, maka Anda sudah terjebak dalam jaringan spam itu sendiri. Alamat e-mail Anda akan terekam untuk digunakan lebih lanjut oleh spammer dalam pengiriman spam berikutnya. Lebih parah lagi, alamat e-mail Anda dapat dijual kepada pihak lain atau para spammer lainnya. Ini akan membuat Anda menerima lebih banyak spam dan efek lainnya adalah Anda bisa saja menjadi korban dari kegiatan fraud.

Jika tidak mengenal pengirim e-mailnya, maka hapus saja Spam sering kali dikirimkan dengan alamat pengirim (baik nama ataupun e-mail) yang tidak jelas. Lebih baik Anda langsung hapus saja e-mail yang datangnya tidak jelas ini sebelum membukanya. E-mail seperti itu bisa saja membawa virus yang dapat merusak komputer dan data Anda.

Jangan pernah merespon e-mail spam atau mengklik apapun di dalamnya Jika Anda me-reply e-mail spam — biarpun itu Anda melakukan unsubscribe di dalamnya — itu akan membuat e-mail Anda dicatat sebagai e-mail yang valid oleh si spammer dan akan dicatat ke dalam database-nya. E-mail Anda akan menerima lebih banyak spam dari si spammer tadi.

Jangan pilih opsi-opsi yang disediakan oleh suatu website akan suatu informasi Seringkali jika Anda sedang mengisi formulir dalam suatu website, biasanya pada bagian akhir akan diberi beberapa pilihan (berupa checkbox) apakah Anda bersedia menerima informasi leih lanjut mengenai suatu hal. Hati-hatilah menghadapi hal ini. Anda harus benar-benar yakin dalam mencentang checkbox yang ada. Jika tidak yakin, pilihlah opsi yang benar-benar Anda inginkan. Jangan semuanya. Ini akan membuat Anda menerima e-mail yang sebenarnya informasinya tidak Anda butuhkan.

Jangan gunakan “preview mode” dalam e-mail client Anda Banyak spammer saat ini yang sanggup untuk melacak apakah e-mail spam mereka sudah dibaca oleh korban, bahkan jika Anda tidak mengklik apapun di dalam e-mail spamnya. Ini biasanya terjadi pada e-mail client yang ada fasilitas preview mode-nya sehingga si spammer bisa tahu apakah Anda sedang membuka e-mail spamnya. Ketika melakukan check e-mail sebaiknya matikan fasilitas previe mode dan hanya buka bagian subject atau judul e-mailnya saja.

Gunakan “bcc” jika Anda mengirimkan e-mail ke banyak pihak Bcc merupakan singkatan dari blind carbon copy. Ini digunakan untuk menyembunyikan daftar penerima e-mail dari user lainnya. Konsep kerjanya sama seperti “cc” (carbon copy) hanya saja kalau “bcc” tidak terlihat. Misalnya Anda mengirimkan e-mail kepada 50 orang teman Anda. Pada bagian to letakkan salah satu alamat e-mail target dan 49 alamat lainnya letakkan pada bagian “bcc”. Dengan ini maka si spammer tidak akan pernah tahu alamat 49 e-mail yang lain dan hal ini akan membuat risiki spam semakin lebih kecil.

Sebaiknya tidak mempublish alamat e-mail penting Anda di internet Jangan publish e-mail Anda di website, newsgroup, mailing list, web forum dan lain sebagainya. Para spammer yang sangat pintar dewasa ini sudah mampu menggunakan program yang bisa melakukan surfing ke internet dan mengambil alamat e-mail yang ada di website dan lain-lain. Bahaya bukan?

Hanya berikan alamat e-mail penting Anda kepada orang yang Anda percaya Berikan alamat e-mail Anda hanya kepada kenalan atau orang-orang terdekat yang terpercaya saja. Lebih baik lagi jika mereka semua sudah mengerti mengenai bahaya spam ini.

Gunakan secondary e-mail address untuk kontak lainnya Sebaiknya Anda memiliki alamat e-mail tidak hanya satu buah. Ini penting jika Anda sering mendaftarkan e-mail Anda ke suatu website di internet. Ketika Anda mendaftarkan diri pada suatu website, maka Anda bisa gunakan alamat e-mail sekunder Anda sehingga tidak akan terlalu mengganggu Anda jika terkena spam.

Lifesource Team @2007

12
Mei

IMAGE OVERLAY GOOGLE EARTH

Google Earth (GE) adalah Atlas Digital Dunia dan merupakan software buatan Google yang mampu memberikan gambar-gambar dari satelit menjadi salah satu Applikasi GIS (Geographic Information System) gratis yang paling mudah untuk digunakan. Layaknya sebuah applikasi GIS maka data yang tersimpan di GE mengunakan konsep Overlay. Oleh karena sebagai pengguna kita dapat menambahkan sebuah layer untuk mendapatkan informasi raster yang lebih menarik.

Artikel ini akan menjelaskan bagaimana menggunakan fungsi overlay yang ada pada Goggle Earth dengan memasukan sebuah file gambar yang diletakkan pada terrain yang ada. Ada beberapa format file gambar yang bisa ditampilkan di Google Earth seperti jpg, bmp, gif, tiff, tga, png, dan beberapa tipe lainnya. Artinya disini kita dapat memasukan USGS topografi quadrangles, meninggikan areal photografi atau melakukan remote sense image, histori peta, export file raster image dari MapInfo atau software GIS lainya. Disini saya menggunakan peta Kabupaten Labuhanbatu yang dipantau dengan google earth. File Raster yang digunakan adalah mosaic_spot.tiff yang diperoleh dari Bappeda Kabupaten Labuhanbatu. File tersebut tidak dapat saya sharing karena tidak memiliki izin dari Bappeda hanya saja sebagai latihan bisa menggunakan file AbajoPeak.tiff yang bisa di download di link ini http://www.geospatialtraining.com/GeogleEarth/AbajoPeak.tiff. File tersebut menggunakan peta Monticello UT di Utah USA. Saya menggunakan Sistem Operasi Ubuntu 7.10, untuk menginstall Google Earth di Ubuntu 7.10 tinggal ketik perintah seperti berikut di terminal:

sudo apt-get install -y –force-yes googleearth

Pastikan juga bahwa kita menggunakan Google Earth versi paling tidak versi 4. Dimulai :

  1. Buka Google Earth dan cari lokasi peta yang akan di overlay dalam contoh ini ketikkan Laboehanbatoe (sebenarnya namanya Labuhanbatu), kemudian perbesar area tersebut. Jika menggunakna file AbajoPeak.tiff ketikkan Monticello, UT.

  2. Klik tombol “Add Image Overlay . Kemudian akan ditampilkan kotak dialog Image Overlay
  3. Berinama image overlay (mosaic_spot.tiff) dengan nama Labuhanbatu kemudian klik tombol Browser. Arahkan kemana lokasi file image.tiff (mosaic-spot.tiff) kita simpan di komputer kita (/media/sda2/home/denny/Desktop/mosaic_spot.tiff). File Image .tiff ini adalah peta topographic untuk wilayah Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara.Kemudian akan muncul pemberitahuan bahwa file image belum dilakukan georeference. Langkah selanjutnya adalah melakukan georeference pada file image yang kita gunakan.
  4. Klik location kemudian gunakan dari Drag Marker disekitar gambar dengan memasukan secara manual koordinat untuk Utara, Selatan, Timur dan Barat seperti pada gambar dibawah. Untuk itu kita harus mengetahui koordinat boundary untuk setiap gambar yang di import ke Google Earth sehingga akan didapatkan gambar georeference yang benar.
  5. Pada Kotak dialog diatas kita melihat ada beberapa item tab seperti View, Altitude, dan Refresh. Kita tidak membahas detail item Tab View, Altitude, dan Refresh sebagai sebuah nilai default. Sebagai gambaran akan dijelaskan disini bahwa Refresh tab digunakan untuk menentukan overlay gambar secara otomatis berdasarkan tampilan gambar terakhir. Tools ini digunakan untuk gambar yang dilakukan updating secara frekuentitatif, tapi dalam contoh ini gambar adalah statis dan kita tidak membutuhkan refresh images. Refresh secara fungsional digunakan ketika ada kesepakatan penggunaan data seperti pada images radar cuaca yang diupdate secara terus menerus. Refresh ini dapat dimunculkan berdasarkan interval waktu. Tab altitude digunakan untuk menampilkan gambar sebagai jarak diatas sebuah permukaan untuk situasi dimana kita menginginkan sebuah gambar tampil di permukaan. Tap View digunakna untuk menentukan property kamera untuk mendapatkan tampilan 3D.
  6. Sekarang kita telah menentukan posisi gambar yang dimiliki dan akan mendapatkan tampilan pada Googgle Earth seperti dibawah ini:
  7. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengubah tampilan. Pertama kita bisa menentukan nilai transparansi dari image yang digunakan sehingga kita dapat melihat dengan jelas underlying antara terrain dengan data vector. Image yang digunakan sekarang sudah di set transparan. Kita harus sering mencoba tombol setting transparansinya sampai kita menemukan setingan tampilan yang terbaik. Sebagai catatan disaat kita menggerakkan tombol setting transparannya makaunderlaying terrain menjadi visible.
  8. Sekarang aktifkan Terrain layer pada Layer Panel untuk meletakan image berada diatas underlying terrain.
  9. Akhirnya coba tampilanya untuk mendapatkan orientasi tampilan yang lebih baik. Gunakan Tools Navigasi yang diberikan oleh Google Earth untuk mendapatkan tampilan yang lebih baik.

12
Mei

asal jangan Roma

Liga Italy makin seru… Sepertinya Juara akan ditentukan sampai pertandingan terakhir. Bagi ku dan semua Laziale di Seluruh Dunia siapa saja boleh Juara asal jangan AS. ROMA. FORZA LAZIO

12
Mei

GIS Definisi ???

Definisi

Geographic Information System merupakan integrasi antara perangkat keras, perangkat lunak, dan data untuk menangkap, mengatur, menganalisa, dan menampilkan semua bentuk geografi yang memberikan informasi.

Dengan GIS kita bias melihat, memahami, bertanya, menterjemahkan dan menampilkan data dengan banyak cara seperti relationaship, simbol-simbol, dan trend dalam bentuk peta, laporan atau grafik. GIS membantu menyelesaikan permasalahan dengan mengacu pada data yang ada sehingga menjadi mudah dipahami dan dibagi satu sama lain. Teknologi GIS juga bisa di gabungkan dengan framework system infromasi enterprice.

Tiga Tampilan dalam GIS

GIS berasosiasi dengan peta. Sebenarnya peta hanya salah satu cara bekerja dengan data geografis di GIS. GIS bisa di tampilan dengan tiga cara seperti berikut :

1. Tampilan Database : GIS sebenarnya adalah database unik dari geografi bumi (geodatabase). Bisa dikatakan sebagai Sistem Informasi untuk Geografi. Secara mendasar GIS berbasis pada struktur database yang menggambarkan bumi dengan simbol-simbol geografi.

2. Tampilan Peta : GIS mampu menentukan intelligent peta yang mampu menunjukkan attribute-attribut di permukaan bumi dan saling keterkaitan satu dengan lainnya. Sebuah peta berbasis system informasi bias di bangun dan gunakan sebagai ‘jendela database’ untuk mendukung queri, analisis, dan editing informasi.

3. Tampilan Model : GIS membentuk tools transformasi informasi yang memberikan dataset geografi yang baru dari dataset yang ada. Fungsi geoprosesing ini memperoleh informasi dari dataset yang telah ada, menerapkan fungsi analisis, dan menuliskan hasilnya kedlam dataset yang baru.

Dengan menggabungkan data dan menerapkan beberapa aturan analisis kita bisa membuat sebuah model yang membantu menyelesaikan permasalahan yang di hadapi. Sebagai contoh GPS (Global Positioning System) dan GIS digunakan untuk mendapatkan model akurasi dan distribusi lokasi tertentu. Ketiga tampilan ini menjadi bagian penting dari Intelligent GIS dan digunakan dalam GIS dalam level yang bervariasi.

Komponen GIS

Hardware

Hardware yang digunakan dalam GIS memiliki spesifikasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem informasi lainnya seperti RAM, Harddisk, Processor maupun VGA Card untuk komputer yang stand alone maupun jaringan. Hal tersebut disebabkan karena data-data yang digunakan dalam GIS baik data vektor maupun data raster penyimpanannya membutuhkan ruang yang besar dan dalam proses analisanya membutuhkan memory yang besar dan prosesor yang cepat.

Software

Sebuah software GIS haruslah menyediakan fungsi dan tool yang mampu melakukan penyimpanan data, analisis dan menampilkan informasi geografis. Contoh Software Popular GIS : MapInfo Professional, ArcView ESRI, dan GRASS.

Data

Data dalam GIS dibagi menjadi dua bentuk yakni geographical atau data spasial, dan attribut atau data aspasial. Data spasial adalah data yang terdiri dari lokasi eksplisit suatu geografi yang diset kedalam bentuk koordinat. Data attribut adalah gambaran data yang terdiri dari informasi yang relevant terhadap suatu lokasi seperti kedalaman, ketinggian, lokasi penjualan, dan lain-lain dan bisa di hubungkan dengan lokasi tertentu dengan maksud untuk memberikan identifikasi seperti alamat, kode pin, dan lain-lain.

Metoda

GIS yang baik memiliki keserasian antara rencana desain yang baik dan aturan dunia nyata dimana metode, model dan implementasi akan berbeda-beda untuk setiap permasalahan. GIS di desain dan dikembangkan untuk management data aid yang akan mendukung proses pengambilan keputusan organisasi

Manusia

Teknologi GIS tidaklah bermanfaat tanpa manusia yang mengelola sistem dan membangun perencanaan yang dapat diaplikasikan sesuai kondisi nyata. Sama seperti Sistem Informasi lainnya, pemakai GIS pun memiliki tingkatan tertentu, dari tingkatan spesialis teknis yang mendesain dan memelihara system sampai pada pengguna yang menggunakan GIS untuk menolong pekrjaan mereka sehari-hari.

10
Mei

e-Hospital 100% Complete

Inilah jobs bulan april yang selesai juga di awal mei ini. Sebuah Rumah Sakit Swasta minta di buatkan Sistem Informasi Rumah Sakit kemudian saya beri nama dengan e-Hospital. Bukan Rumah Sakit besar tapi kalo untuk ukuran kota Rantauprapat masuk di urutan no 2 setelah RS Umum Pemerintah. Sekedar gambaran bahwa sistem ini terdiri dari beberapa modul diantaranya adalah Modul Rawat Jalan, Modul Rawat Inap, Modul Instalasi IGD, Modul Rekam Medis, Modul Obat, dan Modul Reporting. Sistem dibuat base on Web menggunakan PHP, Apache, Mysql, dan JavaScript tapi masih under Windows :( . Ada beberapa pengalaman menarik dan kesan ketika melakukan pembuatan sistem ini mulai dari awal sampe selesai. Pertama Ketika survey ke RS untuk mengumpukan proses bisnisnya ternyata nggak cuma perawatnya yang norax dokter-dokternya juga pada Gaptek. Belum pernah liat Laptop…hahahahaaa… Kedua ternyata penyimpangan-penyimpangan selama ini dilakukan oleh orang dalam sendiri. Ketahuannya ketika testing pertama waktu itu saya jelaskan bahwa sistemnya real time semua kegiatan operator tercatat di Log sistem mulai dari Jam nya menit nya sampai detiknya. Dari sini Rahasia Perusahaan terbongkar… Tapi itu bukan urusan saya, monggo bu ditindak lanjutin sendiri. Ketiga ternyata kehadiran Sistem Ini mengubah pola management disana… Hal ini yang membuat saya senang. Top management memutuskan mengubah pola-pola lama yang penuh dengan cara-cara manual dan di sesuaikan dengan Pola Baru dengan Sistem Baru, sampai-sampai shiff para staff diganti kemudian menambah anggota staff baru untuk operasional si

stem ini. Sistem ini udah running well jadi di Week end ini mo jalan-jalan dulu sama keluarga Refreshing...

Gambar-1 Topologi Sistem e-Hospital

Gambar-2 Menu Utama e-Hospital

Klik disini untuk download Proposalnya

10
Mei

Bubur Ayam dan Sate Kerang

Bubur Ayam (BurYam) yang terkenal jelas dari Bandung. Tapi ternyata di Rantauprapat juga ada BurYam yang nggak kalah enaknya dengan BurYam Bandung. Uniknya disini BurYam dihidangkan bersamaan dengan Sate Kerang. Belum pernahkan makan sate kerang ? … Terpaksa makan bubur, lagi sakit gigi… hehehee

09
Mei

Cara Kerja MapServer

Pendahuluan

MapServer adalah applikasi Open Source yang memungkinkan sebuah data peta diakses melalui web. Teknologi ini pertama kali dikembangkan oleh Universitas Minesotta Amerika Serikat. Hadirnya MapServer menjadikan pekerjaan membuat Peta Digital menjadi lebih mudah dan interaktif. Interaktif peta disini diartikan bahwa pengguna dapat dengan mudah melihat dan mengubah tampilan peta seperti zoom, rotate, dan menampilkan informasi (seperti menampilkan info jalan) dan analisis( seperti menentukan rute perjalanan) pada permukaan geografi. Diagram berikut menggambarkan bagaimana user berinteraksi dengan peta interaktif berbasis MapServer.

Gambar 1. Diagram peta digital berinteraksi dengan user

Websites yang Mendukung Web Mapping

Ada beberapa websites pemetaan yang sudah bisa digunakan dan di eksporer diantaranya adalah :

  1. Wikimap http://wikimapia.org

  2. Mesonet http://mesonet.tamu.edu/

  3. SpasialGuru http://spatialguru.com/maps/

  4. MapitOut http://www.mapitout.com/

Gambar 2. Kota Medan di Wikimapia

Bagaimana MapServer bekerja

Map Server bekerja secara berdampingan dengan applikasi web server. Web Server menerima request peta melalui MapServer. MapServer mengenerate request terhadap peta dan mengirimkannya ke web server seperti pada gambar berikut.

Gambar 3. Diagram operasi standar pada MapServer

Fungsi utama dari MapServer adalah melakukan pembacaan data dari banyak sumber dan menempatkannya kedalam layer-layer secara bersamaan menjadi file graphic. Salah satu layernya bisa saja berupa gambar satelit. Setiap layer saling overlay satu dengan lainnya dan ditampilkan kedalam web browser. Sebuah contoh tampilan Overlaping yang baik diperlihatkan seperti gambar berikut.

Gambar 4. Tampilan peta dengan banyak layer

Dari gambar tersebut kita bisa melihat sebuah foto satelit (diperoleh dari remote server), garis-garis jalan, lokasi perkotaan, dan label-label kota yang di tampilkan secara generic oleh MapServer. Proses pengambaran peta (rendering) muncul setiap kali permintaan terhadap peta baru yang dilakukan oleh Mapserver termasuk ketika user melakukan level zoom terhadap tampilan peta.

Komponen-komponen Utama

Mapserver menghasilkan keluaran berupa file graphic berdasarkan masukan yang diberikan oleh user. Komponen kuncinya adalah MapServer executable yang terdiri dari CGI program, file peta, sumber data dan output gambar. Seperti pada gambar dibawah ini semua komponen bekerja bersama-sama, setelah user melakukan request/perminataan maka CGI akan mengakses file peta, menggambarkan informasi yang didapat dari sumber data dan kembali menampilkannya pada peta.

Gambar 5. Komponen Utama MapServer

Mapserver Executable

Secara sederhana MapServer menjalankan executable applikasi CGI pada web server yang secara teknis merupakan proses stateless berbasis pada HTTP. Stateless adalah sebuah proses permintaan yang dilanjutkan dengan stop running. Applikasi CGI menerima permintaan dari web server, kemudian proses dilakukan dan mengembalikan respon atau data ke web server. CGI bekerja sangat sederhana tidak diperlukan sebuah pemrograman untuk dapat menggunakannya. Kita tinggal melakukan edit berdasarkan text base, konfigurasi runtime file, membuat halaman web, dan menempatkannya bekerja pada web server. MapServer CGI executable bekerja sebagai perantara antara file peta dengan program web server yang meminta peta. Permintaan di lewatkan dalam bentuk CGI parameter dari web server menuju MapServer. Gambar yang di buat oleh MapServer selanjutnya memberikan fed back ke web server dan selanjutnya menuju user melalui web browser.

MapServer Map File

MapServer seperti sebuah mesin yang membutuhkan bahan bakar untuk dapat bekerja dan membutuhkan system pengiriman (delivery system) bahan bakar untuk mencapai mesin . Program MapServer perlu mengetahui layer peta yang akan digambar, bagaimana menggambarkannya, dan dimana lokasi sumber datanya. Data merupakan bahan bakarnya dan file peta atau .map.file merupakan system pengirimannya (delivery system). File Peta adalah text konfigurasi yang terdiri dari list setting yang digunakan untuk menggambar dan berinteraksi dengan peta. Informasi yang termuat didalamnya adalah layer data apa yang akan digambar, dimana focus geografis petanya, system proyeksi yang digunakan, format apa yang akan digunakan untuk menampilkan gambar, dan cara menentukan legenda dan skala pada peta.

Contoh script dasar pemetaan dengan satu layer.

MAP

SIZE 600 300

EXTENT -180 -90 180 90

LAYER

NAME countries

TYPE POLYGON

STATUS DEFAULT

DATA countries.shp

CLASS

OUTLINECOLOR 100 100 100

END

END

END

Ketika request atau permintaan dating dari applikasi MapServer maka reguest tersebut mesti menyebutkan sepesifikasi file peta yang diinginkan. Kemudian MapServer membuat petanya berdasarkan pada setting pada file peta yang diberikan tadi.

Sumber Data

Seperti dijelaskan pada analogi diatas bahwa file peta adalah system pengiriman (delivery system) bahan bakarnya dan sumber data adalah bahan bakarnya. Map Server dapat menggunakan sebuah array dalam jumlah besar untuk menghasilkan peta. Opsional akses data ditambahkan untuk dapat mengakses lusinan format data raster dan vector. MapServer bisa menggunakan spesifikasi Open Geospasial Concorsium (OGC) untuk mengakses dan melakukan sharing data melalui internet. Layer peta juga bisa di request dari remote server yang juga berpedoman pada spesifikasi OGC.

Referansi Bacaan :

[1] Tyler Mitchell, Web Mapping Illustration, O’Reilly Media Inc, 2005

[2] John E Harmon, Design and Implementation of GIS, John Willey & Sons Inc, 2003

Link Terkait :

08
Mei

KONSEP DASAR WEB GIS

Pengantar

Geographic Information System (GIS) merupakan sistem yang dirancang untuk bekerja dengan data yang tereferensi secara spasial atau koordinat-koordinat geografi. GIS memiliki kemampuan untuk melakukan pengolahan data dan melakukan operasi-operasi tertentu dengan menampilkan dan menganalisa data. Applikasi GIS saat ini tumbuh tidak hanya secara jumlah applikasi namun juga bertambah dari jenis keragaman applikasinya. Pengembangan applikasi GIS kedepannya mengarah kepada applikasi berbasis Web yang dikenal dengan Web GIS. Hal ini disebabkan karena pengembangan applikasi di lingkungan jaringan telah menunjukan potensi yang besar dalam kaitannya dengan geo informasi. Sebagai contoh adalah adanya peta online sebuah kota dimana pengguna dapat dengan mudah mencari lokasi yang diinginkan secara online melalui jaringan intranet/internet tanpa mengenal batas geografi penggunanya. Secara umum Sistem Informasi Geografis dikembangkan berdasarkan pada prinsip input/masukan data, managemen, analisis dan representasi data. Di lingkungan web prinsip-prinsip tersebut di gambarkan dan di implementasikan seperti pada table berikut :


GIS Prinsip

Pengembangan Web

Data Input Client
Manajemen Data DBMS dengan komponen spasial
Analisys Data GIS Library di Server
Representasi Data Client/server

Arsitektur

Untuk dapat melakukan komunikasi dengan komponen yang berbeda-beda di lingkungan web maka dibutuhkan sebuah web server. Karena standart dari geo data berbeda beda dan sangat spesifik maka pengembangan arsitektur system mengikuti arsitektur ‘Client Server’.

Gambar 1. Arsitektur WEB GIS

Gambar diatas menunjukan arsitektur minimum sebuah system Web GIS. Applikasi berada disisi client yang berkomunikasi dengan Server sebagai penyedia data melalui web Protokol seperti HTTP (Hyper Text Transfer Protocol). Applikasi seperti ini bisa dikembangkan dengan web browser (Mozzila Firefox, Opera, Internet Explorer, dll). Untuk menampilkan dan berinteraksi dengan data GIS, sebuah browser membutuhkan Pug-In atau Java Applet atau bahkan keduanya. Web Server bertanggung jawab terhadap proses permintaan dari client dan mengirimkan tanggapan terhadap respon tersebut. Dalam arsitektur web, sebuah web server juga mengatur komunikasi dengan server side GIS Komponen. Server side GIS Komponen bertanggung jawab terhadap koneksi kepada database spasial seperti menterjemahkan query kedalam SQL dan membuat representasi yang diteruskan ke server. Dalam kenyataannya Side Server GIS Komponen berupa software libraries yang menawarkan layanan khusus untuk analisis spasial pada data. Selain komponen hal lain yang juga sangat penting adalah aspek fungsional yang terletak di sisi client atau di server. Gambar berikut dua pendekatan yang menunjukan kemungkinan distribusi fungsional pada system client/server berdasarkan konsep pipeline visualization.

Gambar 2. Thin Vs Thick system pada Client Server

Pendekatan-1 : Thin Client : Memfokuskan diri pada sisi server. Hampir semua proses dan analisa data dilakukan berdasarkan request disisi server. Data hasil pemrosesan dikirimkan ke client dalam format HTML, yang didalamnya terdapat file gambar sehingga dapat dilihat dengan browser. Pada pendekatan ini interaksi pengguna terbatas dan tidak fleksibel

Pendekatan-2 : Thick / Fat Client : Pemrosesan data dilakukan disisi client, data dikirim dari server ke client dalam bentuk data vector yang disederhanakan. Pemrosesan dan penggambaran kembali dilakukan disisi client. Cara ini menjadikan user dapat berinteraksi lebih interaktif dan fleksibel.

Manajemen Data

Untuk melakukan menajeman data geografis paling tidak dibutuhkan sebuah DBMS (Databese Management System). Pemodelan berorientasi objek menjadi sangat dibutuhkan karena pemodelan basisdata relational tidak mampu melakukan penyimpanan data spasial. Pada analisis spasial system manajemen database memberikan beberapa keragaman. Ada beberapa keragaman applikasi yang dapat digunakan sebagai database seperti Oracle Spatial, PostgreSQL, Informix, DB2, Ingres dan yang paling popular saat ini adalah MySQL. Untuk mendapatkan pengembangan fungsional analisis pada level database beberapa DBMS telah mendukung procedural bahasa pemrograman. Oracle DBMS menawarkan dua kemungkinan untuk menghasilkan individual operation dilevel database. Yang pertama adalah PL/SQL sebuah procedural bahasa pemrograman. Yang kedua adalah Java Virtual Machine (JVM) untuk proses Java classes di level database.

Mendesain GUI

Untuk berinteraksi, berkomunikasi dan mendapatkan informasi perlu dirancang sebuah Graphical User Interface (GUI). GUI berinteraksi langsung dengan user. Karena informasi geografis biasanya sangat kompleks maka akan ditemui banyak kesulitan dalam pengarsipannya. Menciptakan aspek Dunia Virtual menjadi hal penting dalam mendesain GUI. Karakteristik untuk menciptakan dunia virtual adalah Level of Detail (LOD).

Gambar 3. Menciptakan Virtual World

Algoritma khusus dibutuhkan untuk mampu menampilkan se-invisible mungkin tampilan. Penggunaan PHP dan VRML (Virtual Reality Modeling Language) adalah sebuah ideal perancangan GUI untuk applikasi Web GIS. PHP menjadi bahasa yang paling popular untuk menciptakan web dinamis pada saat ini. VRML dikenalkan oleh Konsorsium Web3D untuk menghasilkan tampilan peta interaktif dalam web. PHP dapat menghasilkan banyak text informasi. Dalam PHP, salah satunya menjadi pengendali dari banyak informasi tersebut. Permintaan dikirimkan oleh VRML MIME (‘model/vrml’) dan kemudian menuliskan VRML nodenya. Server mengkomunikasikan semua kode PHP saat mengirimkan respon. Jadi pada line dimana kode JSP ditampilkan server mengirimkan kembali blank line kepada browser. Sangat perlu untuk memasukan header PHP dan VRML dan content type nya harus berubah sebelum VRML header ditentukan, hasil akhirnya bisa menjadi seperti dibawah ini :

<?php

Header (“Tipe-kontent : model/vrml”);

Echo “#VRML V2.0 utf8\n”;

?>

Contoh tersebut menggambarkan integrasi antara PHP dan VRML untuk membangun sebuah objek.

Detail Proses

Objek Geo Spasial terdiri dari informasi data spasial dan data non spasial. Informasi Spasial dapat divisualisasikan dengan mengkonversinya VRML dan data non Spasial ditampilkan secara dinamis di halaman HTML. Gambar berikut menunjukkan proses request data standart. Request memanggil desain dari PHP yang berinteraksi dengan database. Setelah menerima respon system mengikuti alur seperti pada gambar.

Gambar 4. Proses Request dan Respon

Database mengirimkan request data ke PHP, hasil respon dari request berupa format data dikirimkan kembali melalui browser. Disaat client melakukan request koneksi dilakukan ke DBMS, kemudian informasi spasial yang dipilih dari DBMS di convert kedalam bentuk VRML. Browser Plug In di sisi client menampilkan keluaran VRML sebagai keluaran menjadi peta. VRML juga menyediakan script yang memungkinkan sebuah proses disaat user mengklik objek. Melalui VRML ini request dikirimkan ke applikasi di server. Server menerima dan menterjemahkan menjadi informasi dan mengirimkanya ke HTML untuk di tampilkan ke Browser.

Untuk menerima data spasial dan non spasial dari DBMS dibutuhkan sebuah teknik yang mampu mengkomunikasikan antara client dan database pada server. Teknik seperti ini sudah tersedia di PHP, ASP, ASP.net, atau JSP. Pemilihan tekniknya disesuaikan dengan web Server yang digunakan. Detail arsitektur untuk menampilkan data GIS melalui web seperti pada gambar berikut :

Gambar 5. Arsitektut Publikasi Web GIS

Contoh Pemanfaatan Web GIS

Ketika terjadi Tsunami di Aceh bukti kehebatannya baru dapat kita analisa jika sudah ditampilkan kedalam bentuk peta. Gambar tersebut dapat memberikan banyak arti dan informasi lebih jika dilengkapi dengan data-data yang akurat.

Wilayah Uleule Sebelum Tsunami

Wilayah Uleule setelah Tsunami

Berikut ini adalah beberapa pengembangan applikasi GIS Web yang memungkinkan untuk dikembangkan :



Sektor

Gambaran

Contoh

Facility Management Manajemen Gedung Besar yang kompleks Organisasi ruangan seperti Kampus dan Rumah Sakit
Navigation Support Navigasi kendaraan Bermotor Location Base service yang menampilkan posisi saat ini dan
lingkungannya
Lingkungan Lingkungan perkotaan seperti karakteristik kebisingan, arah
angina, emisi, dll
Menampilkan pengurangan emisi
Bencana Alam Mengorganisasi aliran kerja penanganan bencana Mengarahkan team penyelamatan, menentukan dan mengontrol lokasi
pengungsian dengan real time data
Supply engineering Manajemen Supply Mengorganisasi jaringan

Referensi :

[1] Charter, Denny, Desain dan Applikasi GIS, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, 2004.

[2] Rahman, Abdul, Spasial Data Modelling For 3D GIS, Springer, Berlin, 2008

[3] Darmawan, Mulyanto, Pedoman Dasar Pembuatan Geospasial, Geospasial.com, 2006

Tulisan ini juga di Publikasikan di IlmuKomputer.com

08
Mei

Installasi Secara Manual di Ubuntu

Di Ubuntu proses install dan remove program/applikasi sangat mudah dilakukan dengan menggunakan Synaptic Package Manager apalagi kalo terkoneksi dengan internet. Tapi ada kalanya kita perlu melakukan instalasi sebuah applikasi secara manual yang juga bisa disebabkan karena Synaptic Manager gagal melakukan instalasi. Download paket-paket dalam format .deb, .rpm, .tar.gz, .sh, .bin, .exe, kemudian lakukan cara-caranya seperti berikut ini ,

Paket Debian (.deb)

Waktu kita mendownload paket dalam format .deb maka cara singkat untuk menginstallnyanya adalah doble klik kemudian akan muncul tampilan seperti berikut :

Klik Install Package maka package akan terinstall. Cara lainnya untuk menginstall paket debian adalah dengan menggunakan perintah dpkg. Cara mengunakannya adalah seperti berikut misalnya nama paketnya adalah linux-backports-modules-generic_2.6.22.14.21_i386.deb paket tersimpan di folder /media/sda2/Linux/Master/ maka masuk ke terminal sebagai root kemudian ketikan perintah seperti berikut ini :

dpkg -i /media/sda2/Linux/Master/linux-backports-modules-generic_2.6.22.14.21_i386.deb

Packet RPM (.rpm)

RPM adalah packet yang paling populer, paket ini adalah bawaan dari distribusi RedHad, Fedora Core, SUSE Linux dan Mandriva. RPM tidak di support oleh Ubuntu Packet Manager namun ada sebuah perintah yang dapat digunakan untuk mengubah format RPM menjadi format Deb yang di support oleh Ubuntu. Sebagai contoh kita akan mengubah file AdobeReader_enu-8.1.2-1.i486.rpm yang terletak di folder /media/sda2/Linux/Master/ . Masuk keterminal kemudian ketikan perintah berikut :

alien -i media/sda2/Linux/Master/ AdobeReader_enu-8.1.2-1.i486.rpm

Source Package (.tar, .tar.gz, .tgz, .tar.bz …)

Terkadang kita mendapatkan file paket dalam bentuk file berupa source code yang belum di compile. Untuk dapat mengkompile paket tersebut langkah pertamax yang dilakukan adalah meng extract file ke tempat tertentu. Cara yang paling mudah adalah dengan klik kanan filenya kemudian tekan Extract Here.

Kemudian masuk kedirektori tempat file tadi di extrak kita bisa mengeksekusi dengan script ./configure. Kemudian compile dengan perintah make. Seperti contoh sebuah file dengan nama xampp-linux-1.6.6.tar.gz berada di Desktop seperti ini /home/denny/Desktop. File tersebut di ekstrak di Desktop dengan nama folder lammp, maka masuk ke direktori hasil ekstrak tersebut cd /home/denny/Desktop/lammp. Kemudian ketik ./configure di terminal. Setelah itu compile dengan perintah make install. Untuk menghilangkan temporary files gunakan perintah make clean. Untuk uninstall program gunakan perintah make uninstall.

Shell Script Installer (.sh, .bash,..)

Kita bisa menjalankan script shell di terminal dengan perintah sh. Sebagai contoh jika script nya adalah test.sh dan terletak di Desktop maka kita bisa menginstallnya dengan perintah seperti berikut :

sh/home/denny/Desktop/test.sh.

Windows Executeable (.exe)

Jika kita ingin menginstall applikasi windows di Linux kita bisa melakukannya dengan menggunakan wine. Jika wine telah terinstall dengan baik maka untuk menggunakannya dilakukan dengan perintah wine diikuti lokasi file .exe yang akan di eksekusi. Seperti contoh file .exe dengan nama TennisTitansInstall.exe berada di direktori /home/denny/TennisTitans/. Ketikan perintah berikut di terminal :

wine /home/denny/Desktop/TennisTitans/TennisTitansInstall.exe

Kotak dialog instalasi seperti di Windows akan ditampilkan. Lanjutkan seperti biasa…

06
Mei

Setting Sharing Internet Ubuntu

Di mulai dari diskusi di millis KPLI Rap rasanya setting Sharing Internet di Ubuntu perlu juga di dokumentasikan, terutama buat yang mau buat Warnet pake Ubuntu. Perangkat yang digunakan server dengan 2 Network 10/100 Mbps, Jaringan Internet dari ISP (Speedy), Switch yang menghubungkan ke LAN dan PC Client dengan masing-masing 1 LAN Card diasumsikan menggunakan 25 PC client.

Langkah pertama : Menentukan IP Address Server untuk Koneksi ke ISP

Datanya di peroleh dari ISP (Speedy) misalnya diperoleh IP address 125.162.149.201

Subnetnya 255.255.255.254

DNS ISP diperoleh : 202.93.40.174 dan 202.152.165.36

Gateway ISP diperoleh : 125.162.54.1

Langkah ke dua menentukan IP Address untuk Sambungan Lokal /LAN

Karena Client diasumsikan 25 unit maka sebaiknya pilih IP Address 172.16.17.1/27 berarti Subnetnya adalah 255.255.255.224 –> Info lebih lanjut klik sini.

Kita tentukan IP Address Server yang terhubung ke LAN kita tentukan : 172.16.17.1

DNS diperoleh dari ISP : 202.93.40.174 dan 202.152.165.36

Langkah ketiga menentukan IP Address di Client :

Client - 1

IP Address : 172.16.17.2

subnet mask : 255.255.255.224

DNS dari ISP : 202.93.40.174 dan 202.152.165.36

Gateway : 172.16.17.1 (IP address Server yang terkoneksi ke LAN)

Client - 2

IP Address : 172.16.17.3

subnet mask : 255.255.255.224

DNS dari ISP : 202.93.40.174 dan 202.152.165.36

Gateway : 172.16.17.1 (IP address Server yang terkoneksi ke LAN)

Langkah keempat Setting Internet Sharingnya

Untuk melakukan sharing koneksi internet misalnya dari client 1 ke client 2

1. Di Komputer Server

Buka network settings : System > Administration > Network pilih wired connection (eth0) kemudian klik Properties pada Connection Setting isikan seperti berikut ini :

Configuration : Static IP Address

IP Address : 125.162.149.201

Subnetmask : 255.255.255.254

Gateway : 125.162.54.1

Klik OK kemudian kembali masuk ke Network Setting klik DNS dan tambahkan DNS Address dari ISP (202.93.40.174 dan 202.152.165.36)

Pasang kabel dari ISP ke NIC (Eth0) kemudian buka terminal ping ke google dengan mengetikan

ping www.google.com

Jika ada replay seperti gambar dibawah berarti koneksi internet sudah OK

Kembali ke Jendela Network Setting pilih Wired Connection (eth1) kemudian klik Properties, buat konfigurasi seperti berikut ini :

Configuration : Static IP Address

IP address : 172.16.17.1 –> sesuaikan dengan LAN yang kita buat

Subnetmask : 255.255.255.224

Gateway address : Kosongkan

Klik OK dan tutup Jendela Network Setting dan pasang kabel jaringan ke Switch

2. Setting di Komputer Client

Setting IP pada client dilakukan seperti halnya yang kita lakukan di server

Client-1

IP : 172.16.17.2

Subnet mask : 255.255.255.224

Gateway : 172.16.17.1 (IP LAN server)

Client 2

IP : 172.16.17.3

Subnetmask : 255.255.255.224

Gateway : 172.16.17.1 (IP Address Server LAN) … dst dengan hal yang sama untuk masing-masing client yang ada.

Setelah di setting coba ping ke server, di terminal ketikkan ping 172.16.17.1 jika reply maka koneksi sudah OK.

Langkah selanjutnya adalah sharing internet, di Ubuntu tinggall gunakan software Firestarter. Kalo belum terinstal gunakan buka terminal ketikan apt-get install firestarter.

Jalankan Firestarter ikuti saja wizzardnya, pilih koneksi internetnya dari Eth0 dan jaringan lokalnya dari Eth1.

Test browsing di Clientnya…kalo bisa berati berhasil kalo nggak bisa looping lagi until booring running ke proses-proses sebelumnya. Thanks

05
Mei

Krisis..Krisis…dan Krisis

Kadang heran di jaman kehidupan saya sekarang banyak sekali yang namanya krisis… Krisis Moneter sekitar tahun 1997 yang mengubah nilai rupiah dari 2000 an perdollar menjadi 9000 an per dollar, Krisis Kepercayaan katanya di awal tahun 2000 an yang ditandai dengan lengsernya Soeharto, lengsernya Habibie, dan di Lengserkannya Gus Dur, ada juga Krisis Iman saya dengar waktu khotbah Jum’at kemarin sehingga sekarang jadi banyak Nabi baru dan Agama baru (lagi trend…) , Krisis Energi, yang sejak tahun lalu di Sumut Listrik nggak pernah normal, pemadaman bergilir sampai 12 jam sehari pernah dialami, PLN sekarang mesti berubah nama menjadi Perusahaan Lilin Negara… Ditambah lagi Krisis yang ter uptodate sekarang namanya Krisis Pangan. Nggak tanggung-tanggung Krisis Pangan mengancam Dunia…Apa ada krisis yang lainnya ?

05
Mei

DATA VEKTOR

Definisi Umum

Vektor adalah struktur data yang digunakan untuk menyimpan data spasial. Data Vektor adalah terdiri dari garis atau lengkungan, yang di definisikan sebagai awal dan akhir sebuah titik yang bertemu yang dinamakan node. Lokasi dan topologi dari node tersebut disimpan secara ekplisit. Atributnya didefinisikan oleh batasan-batasannya (boundary) sendiri dan kurva garis digambarkan sebagai seri dari lengkungan yang saling terhubung.

Vektor berbasis GIS didefinisikan sebagai vektorial dari data geografis. Menurut karakteristik dari model data, objek geografis secara ekplisit digambarkan dengan karakteristik spasial yang di asosiasikan dengan aspek thematic.

Ada cara yang berbeda untuk mengorganisasikan database rangkap ini (Spasial dan Thematic). Biasanya, sistem vektorial terdiri dari dua komponen ; yang pertama mengatur data spasial dan yang lainnya mengatur data thematic. Ini dinamakan dengan organisasi sistem hibrid, dimana terhubung sebagai basisdata relational pada attributnya secara topologi untuk data spasial. Elemen kunci pada sistem ini di identifikasikan pada setiap objek. Indentifikasi ini adalah unix dan berbeda untuk setiap objek dan memungkinkan sistem untuk terhubung dengan basis data.

Vektor sebagai representasi Data

Pada model dasar vektor, data geospasial di gambarkan dengan bentuk koordinat. Pada data Vektor unit dasar dari informasi spasial berupa titik, garis (arch) dan poligon. Masing-masing unit ini secara sederhana terkolaborasi sebagai sebuah series untuk satu atau beberapa titik koordinat, sebagai contoh sebuah garis terdiri dari kumpulan beberapa titik, dan poligon merupakan kumpulan dari beberapa garis.

Model Vektor

Ada perbedaan dalam penyimpanan dan pengaturan informasi vector. Masing-masing memiliki keuntungan dan kekurangan.

1. Koordinat Spageti

  • Sederhana

  • mudah dimanage

  • tidak ada topologi

  • membutuhkan space penyimpanan yang besar dan

  • sering digunakan pada CAC (Computer assisted cartography).

2. Vertex dictionary

Tidak ada duplikasi namun model ini tidak memiliki topologi

3. Dual Idependent Map Encoding (DIME)

  • Dikembangkan oleh US Bureau of Cencus

  • Nodes di identifikasikan dengan kode

  • Penentuan kode direksional dalam bentuk “dari node” dan “ke node”

4. Arc / node




Files 1. Koordinat nodes dan vertex
ARC F_node Vertex T_node
1 3.2, 5.2 1, 5.2 1, 3
2 1,3 1.8, 2.6, 2.8, 3.3, 3.4 3.2, 5.2
3 1,2 3.5, 2.4, 2.7 5.2, 2.7





Files 2. Archs Topology
ARC F_node T_node R_poly L-poly
1 1 2 External A
2 2 1 A External
3 3 4 External External


File 3. Topologi Polygon
Polygon Archs
A 1,2


File 4. Topologi Node
Node

Arcs

1

1,2

2

1,2

3

3

4

4

4

5

Keuntungan dan kerugian model data
raster dan vector



Raster

Vektor

Presisi dalam grafik

X

Tradisional kartography

X

Volume data

X

Topologi

X

Komputasi

X

Update

X

Continues Space

X

Integrasi

X

Discontinous

X

03
Mei

MapBasic The Basic

MapBasic merupakan bahasa skrip yang digunakan untuk mengoptimalkan kerja GIS pada MapInfo Professional. Sebagai software pengembangan MapBasic terdiri dari text editor, compiler, linker dan online help. Dengan MapBasic kita dapat mengendalikan data yang ada pada MapInfo dan dapat pula menambah menu yang ada pada MapInfo. Untuk membuka MapBasic dilakukan dengan mengklik icon MapBasic pada folder dimana MapBasic di Install. Kemudian akan muncul tampilan seperti berikut :

Sebagai latihan pertama ketikan perintah seperti ini pada form kosong tersebut:

PRINT “ SELAMAT DATANG DI MAPBASIC “

Setelah ditulis simpan dengan nama SELAMATDATANG, klik File>Compile from File pilih file yang disimpan tadi yakni SELAMATDATANG.mb kemudian kompile dengan menekan CTRL + U.

Hasil dari program yang kita buat adalah seperti berikut :

Contoh -2

Ketikan script dibawah ini :

Declare Sub Main
Sub Main
Dim jum as smallint
Open Table “D:\Program Files\MapInfo\Professional\DATA\TUT_DATA\TUT_USA\USA\states.tab” interactive
Map From States
Select * From states Where pop_1990 < pop_1980
Browse State_Name,Pop_1990, Pop_1980 From selection
End Sub

Script diatas membuka file states.tab dan menampilkan data hasil query di sebuah Browser windows.

Contoh -2
‘***************************************************
‘Program: Menu1.mb
‘Tujuan : Membuat menu control
‘***************************************************
‘** Declare
Declare Sub Main
Declare Sub OpenInitialMap
Declare Sub DemoReport
Declare Sub DemoMap
Declare Sub ExitMenu
‘***************************************************
‘*Function : Main
‘*tujuan : program utama
‘***************************************************
Sub Main
‘*Membuat Menu Baru
Create Menu “MenuFunctions” as
“Report” Calling DemoReport,
“Map” Calling DemoMap,
“(-”,
“Exit MenuFunction” Calling ExitMenu
Alter Menu Bar Add “MenuFunctions”
‘***OpenInitialMap
Call OpenInitialMap
End Sub
‘***************************************************
‘*Function: OpenIntialMap
‘*Tujuan : Membuka peta dulu
‘***************************************************
Sub OpenInitialMap
Open Table “D:\Program Files\MapInfo\Professional\DATA\Tut_Data\Tut_Usa\USA\STATES.TAB” Interactive
Map From STATES
End Sub
‘***************************************************
‘*Function : DemoReport
‘*tujuan : menandai yang punya record > 5000000
‘***************************************************
Sub DemoReport
Select * From STATES
where pop_1990 > 5000000
into TEMP_STATES
‘* Menampilkan browsernya
Browse * from TEMP_STATES
End Sub
‘***************************************************
‘*Function : DemoMap
‘*Tujuan: Membuat peta thematic yang pop_1990
‘***************************************************
Sub DemoMap
‘*Membuat layer thematic
Shade STATES with Pop_1990 Ranges
Apply all use color Brush (2,255,1700000)
400000 : 1500000 Brush (2,100000,1700000),
1500000: 3500000 Brush (2,500000,1700000),
3500000: 5500000 Brush (2,900000,1700000),
5500000: 29800000 Brush (2,1200000,1700000)
Default Brush(2,1700000,1700000)
End Sub
‘***************************************************
‘*Function : ExitMenu
‘*Tujuan : Keluar
‘***************************************************
Sub ExitMenu
Create Menu Bar As Default
‘***Keluar
Terminate Application “menu1.mbx”
End Sub

Setelah di Compile maka akan muncul tampilan seperti berikut pada MapInfo Professional :




My Agenda

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Kategori

YM Status

RSGISForum